BANDUNG BARAT (NN).– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus memperkuat upaya pengendalian penduduk melalui peningkatan kualitas Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Rumah Data Kependudukan (Rumah DataKu). Dua kegiatan orientasi bagi para pengelola program tersebut digelar di Hotel Lemon, Lembang, pada 4 – 7 November 2025.
Kegiatan pertama yaitu, Orientasi Bagi Para Pengelola Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada tanggal 04 November 2025, disusul Orientasi Pengurus Rumah Data Kependudukan (Rumah DataKu) pada Tanggal 06 -07 November 2025 di Bu Hotel Lemon Lembang.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Akhmad Panji Hernawan, menegaskan bahwa tantangan kependudukan semakin kompleks dan menuntut strategi khusus dalam edukasi bagi generasi muda.
Pertumbuhan penduduk yang cepat, urbanisasi, perubahan struktur umur, serta persoalan sosial seperti pernikahan dini, stunting, dan ketimpangan gender menjadi isu yang harus kita hadapi bersama. Pendidikan kependudukan melalui program SSK sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kependudukan bagi generasi muda sebagai generasi berencana,” ungkapnya.
Panji menambahkan bahwa pengelolaan data yang valid menjadi fondasi dalam perencanaan pembangunan. Program Rumah DataKu hadir sebagai pusat data dan intervensi masalah kependudukan di desa, sehingga dapat menjadi dasar penetapan prioritas dan sasaran pembangunan.
Hingga tahun 2025, seluruh 201 SMP negeri dan swasta di Bandung Barat telah ditetapkan sebagai SSK, serta 165 desa telah membentuk Rumah DataKu. Sejumlah prestasi juga berhasil diraih, di antaranya:
SMPN 2 Ngamprah – Juara 2 Nasional Apresiasi SSK Tahun 2023
SMPN 3 Cipeundeuy – Juara 3 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024
Desa Margajaya, Ngamprah – Juara 2 Nasional Kategori Digital Apresiasi Rumah DataKu Tahun 2023
Desa Sadangmekar, Cisarua – Juara 3 Tingkat Provinsi Kategori Digital Tahun 2024
Bandung Barat juga memperoleh penghargaan sebagai “Kabupaten dengan Sekolah Siaga Kependudukan SMP/Sederajat Terbanyak di Jawa Barat Tahun 2025.”
Keberhasilan pengembangan SSK dan Rumah DataKu, kata Panji, merupakan hasil sinergi dengan berbagai pihak seperti BKKBN, Dinas Pendidikan, kecamatan, desa, sekolah, tenaga pendidik, hingga partisipasi aktif siswa.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DP2KBP3A, Erik Harisma, menjelaskan bahwa orientasi digelar untuk meningkatkan kualitas implementasi program di lapangan.
Orientasi SSK memberikan panduan pengisian sistem monitoring dan evaluasi agar sekolah dapat meningkat menjadi SSK Paripurna. Sedangkan orientasi Rumah DataKu diarahkan untuk mencetak pengurus yang mampu meningkatkan klasifikasi Rumah DataKu menjadi Paripurna kategori digital,” jelasnya.**